Makan Siang Gratis dari Hasil Kebun Ruang Riung Ceria

Saat mendengar "makan siang gratis" siapa sih yang menolak? Tapi, kali ini bukan Jumat berkah yang biasanya banyak orang berlomba memberikan makan siang gratis. Ruang Riung Ceria memberikan makan siang gratis bagi anak-anak yang berusia 6-24 bulan dengan kondisi kurang gizi.

Singkat cerita, Ruang Riung Ceria ini adalah sebuah komunitas yang fokus pada pencegahan stunting di Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Ruang Riung Ceria (RRC) ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk dapat menjaga 100 hari pertama kehidupan anak-anak sehingga bisa terbebas dari stunting.


Pada November 2023, kami memulai program pemberian makan siang gratis bagi anak-anak kurang gizi. Awalnya ada 16 anak dengan rentang usia 6-24 bulan yang masuk dalam kategori gizi kurang dan gizi buruk. Lebih detailnya adalah mereka yang memiliki berat badan di zona kuning dan merah. Dari yang semula berjumlah 16 anak, pada Desember 2023 berkurang 1, karena meninggal dunia.


Program Makan Siang Gratis

Pemberian Makan Siang Gratis ini adalah bentuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang biasanya diberikan di Posyandu atau Puskesmas. Hanya saja, karena RRC fokus pada pencegahan stunting, maka penanganan pertama yang bisa dilakukan adalah PMT dengan memberikan pola menu makan siang yang bergizi seimbang. Mengacu pada Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil, ada beberapa prinsip PMT untuk Balita, yakni:




Program pemberian makan siang gratis di RRC ini, kami buatkan menunya dan konsultasi dengan ahli gizi juga, termasuk perhitungan kalorinya. Hal ini sangat penting, mengingat program PMT ini untuk membantu anak–anak bisa mengejar berat badannya agar sesuai dengan grafik KMS (Kartu Menuju Sehat).

Banyak menu yang dapat dimasak di dapur RRC, termasuk aneka menu berbahan lokal yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Namun, kami ingin memberikan makanan dengan bahan-bahan yang memang tersedia di daerah sekitar dan memanfaatkan hasil kebun yang dimiliki oleh RRC, seperti telur puyuh, kangkung, selada, pepaya, labu kuning, bayam, daun chaya, kailan, pakcoy, ikan lele, ikan nila, dan lainnya. Karena itu, berbagai menu yang kami bisa dimasak kembali oleh para ibu penerima PMT di rumah mereka. 


Menu PMT 

Berikut ini beberapa di antara banyaknya menu yang pernah kami masak di RRC. 

Bubur Manado


Bahan untuk 3 porsi: 
50g (5sdm) nasi putih
40g (4sdm) labu kuning, potong dadu
40g (4 butir) telur puyuh rebus
30g (4sdm) daging ayam cincang 
20g (2sdm) jagung pipil
10g (1sdm) bayam 
5ml (1sdt) minyak goreng
garam secukupnya
10g (1 batang) daun bawang, diiris
100ml kaldu ayam


Bumbu Halus:
1 siung bawang merah
1 siung bawang putih

Cara Membuat:
  • Tumis bumbu halus sampai harum.
  • Masukkan daging ayam giling, tumis hingga berubah warna, lalu tambahkanair kaldu, masak sampai mendidih.
  • Masukkan nasi, labu kuning, jagun
  • Masukkan daun bawang yang sudah diiris, masak hingga air sedikit menyusut.
  • Tambahkan bayam, masak hingga air menyusut dan bubur menjadi kental. 
  • Jangan lupa tambahkan garam secukupnya dan koreksi rasa. Sajikan.

Buah:
180g Pepaya 

Menu ini adalah hasil modifikasi dari Buku Resep Makanan Lokal. Untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar di bawah ini:





Sup Warna-Warni 

Di atap gedung RRC, kami memiliki kebun mini dan kandang burung puyuh. Nah, untuk keperluan PMT ini, kami mengambil langsung telur puyuhnya dari kandang. Ada 50 ekor burung puyuh yang kami pelihara dan mereka bertelur setiap harinya. 





Bahan untuk 3 porsi:
100g (10sdm) daging ayam giling
80g (9 butir) telur puyuh
20g Brokoli
20g wortel
20g Jagung pipil
5ml (1sdt) minyak goreng
1 tangkai saledri
1 tangkai bawang daun
1 siung bawang putih dicincang kemudian digoreng
Secukupnya garam dan kaldu bubuk
300ml air kaldu/air biasa

Cara Membuat:
    • Rebus telur puyuh 10-15 menit
    • Rebus air di dalam panci hingga mendidih
    • Bentuk daging ayam giling menjadi bulat-bulat kecil seperti baso
    • Jika sudah mulai mengapung, masukkan bawang putih yang telah digoreng beserta minyaknya
    • Masukkan wortel dan jagung pipil
    • Saat wortel mulai empuk, masukkan brokoli dan telur puyuh
    • Masukkan irisan saledri dan bawang daun
    • Beri bumbu. Sajikan

    Tepat tanggal 7 Maret kemarin, program ini kami akhiri karena memang sudah berlangsung selama 15 pekan. Ada beberapa evaluasi termasuk di dalamnya grafik berat badan balita, wawasan ibu dalam memilih dan memasak menu yang bergizi, termasuk juga pola pengasuhan yang secara tidak sadar ternyata memberi dampak pada pertumbuhan balita. 

    Kalau kalian punya menu andalan untuk menaikkan nafsu makan anak atau saat ingin mengejar kenaikan berat badannya, boleh tulis di kolom komentar, ya. 



    Comments